Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2012

Tujuan utama akuntansi



Tujuan utama dari akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi (economic information) dari suatu kesatuan ekonomi (economic entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Yang dimaksud dengan kesatuan ekonomi di sini adalah badan usaha (business enterprise). Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi berguna bagi pihak-pihak di dalam perusahaan maupun pihak-pihak di luar perusahaan.

Untuk menghasilkan informasi ekonomi, perusahaan perlu menciptakan suatu metode pencatatan, penggolongan, analisa dan pengendalian transaksi serta kegiatan-kegiatan keuangan, kemudian melaporkan hasilnya. Kegiatan akuntansi meliputi:

Pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk suatu pengambilan keputusan.
Pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan.
Pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan.

Jurnal Pembalik/Reversing Entry


Jurnal Pembalik sifatnya adalah pilihan, boleh menggunakan atau tidak. Jurnal Pembalik dilakukan dengan cara membalik dua kelompok akun dari Jurnal Penyesuaian pada tanggal 1 Januari tahun berikutnya.

Akun Beban Akrual (accrued Expenses)
Saat terhutang beban upah sebesar Rp. 2.000.000,- ( lihat ringkasan Jurnal Penyesuaian ) dengan Jurnal Penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2007 adalah :
D : Beban Upah===Rp. 2.000.000,-
K : Utang Upah============== Rp. 2.000.000,-
Jurnal bagi yang menggunakan Jurnal Pembalik dilakukan pada tanggal 1 Januari 2008 :

D : Utang Upah=== Rp. 2.000.000,-
K : Beban Upah============== Rp. 2.000.000,-
Sedangkan bagi yang tidak menggunakan Jurnal Balik, tidak membuat jurnal apapun pada tanggal 1 Januari 2008.


Pada tanggal 4 Januari 2008 pada hari Jum’at dibayar Upah untuk 5 hari kerja termasuk 1 hari tanggal 31 Desember 2007 disusun Jurnal Umum adalah :

Bagi menggunakan Jurnal Balik :
D : Beban Upah== Rp. 8.000.000,-
K : Kas================= Rp. 8.000.000,-
Sedangkan bagi yang tidak menggunakan Jurnal Pembalik maka pada tanggal 4 Januari 2008 jurnalnya adalah :

D : Utang Upah== Rp. 2.000.000,-
D : Beban Upah== Rp.6.000.000,-
K : Kas================= Rp.8.000.000,-


Akun Penghasilan Akrual (Accrued Revenue)
Saat terhutang penghasilan jasa sebesar Rp. 5.000.000,- dengan Jurnal Penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2007 adalah :

D : Piutang Usaha===Rp. 5.000.000,-
K : Penghasilan Jasa========== Rp. 5.000.000,-
Jurnal bagi yang menggunakan Jurnal Pembalik dilakukan pada tanggal 1 Januari 2008 :
D : Penghasilan Jasa==Rp. 5.000.000,-
K : Piutang Usaha============ Rp. 5.000.000,-
Sedangkan bagi yang tidak menggunakan Jurnal Balik, tidak membuat jurnal apapun pada tanggal 1 Januari 2008.


Pada tanggal 20 Januari 2008 baru diterima Piutang Usaha yang Rp.5.000.000,- itu maka Jurnal Umumnya pada tanggal tersebut adalah :
Bagi perusahaan yang menggunakan Jurnal Balik :

D : Kas====== Rp. 5.000.000,-
K : Penghasilan Jasa======= Rp. 5.000.000,-
Sedangkan bagi yang tidak menggunakan Jurnal Pembalik maka pada tanggal 20 Januari 2008 jurnalnya adalah :

BARANG DALAM PROSES


Apabila ada pertanyaan barang dalam perjalanan dari tempat penjual ke tempat pembeli sebenarnya milik siapa, sih ? Jawabannya tergantung pada persyaratan penjualan (terms of sale) apakah persyaratannya Free On Board (FOB) Shipping Point atau FOB Destination.

FOB Shipping Point mensyaratkan bahwa ongkos kirim barang dari penjual ke pembeli ditanggung oleh pembeli, sehingga kepemilikan barang tersebut telah berpindah dari penjual ke pembeli di tempat penjual. Sehingga apabila terjadi pembelian barang dari penjual dengan FOB Shipping Point dan barang tersebut masih dalam perjalanan ke tempat pembeli, barang dalam perjalanan tersebut adalah barang milik pembeli meskipun pada saat tutup buku barang tersebut belum diterima. Konsekuensinya, nilai barang tersebut harus dimasukkan sebagai persediaan pada neraca akhir tahun tersebut pada perusahaan pembeli.


FOB Destination mensyaratkan bahwa ongkos kirim barang dari penjual ke pembeli ditanggung oleh penjual, sehingga kepemilikan barang tersebut akan berpindah dari penjual ke pembeli di tempat pembeli. Sehingga apabila terjadi pembelian barang dari penjual dengan FOB Destination dan barang tersebut masih dalam perjalanan ke tempat pembeli, barang dalam perjalanan tersebut adalah barang milik penjual. Pada akhir tahun buku barang tersebut belum diterima, maka konsekuensinya nilai barang tersebut tidak boleh dimasukkan sebagai persediaan pada neraca akhir tahun tersebut perusahaan pembeli.


Buku Besar Pembantu Piutang


Buku Besar Pembantu Piutang ( account receivable subsidiary ledger ) berfungsi mencatat perubahan piutang (tagihan) kepada debitor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun piutang dagang dalam buku besar umum

Sumber Pencatatan 
a. Jurnal Penjualan (penjualan kredit)
            b. Jurnal Penerimaan Kas (menerima tagihan) 

Bukti transaksi yang dicatat dalm buku pembantu piutang meliputi:
         a. Faktur penjualan
         b. Bukti penerimaan kas untuk penerimaan tagihan (piutang)
         c. Nota debet/kredit sebagai bukti retur penjualan/pengurangan harga



PENYUSUNAN LAPORAN LABA/RUGI


LAPORAN LABA/RUGI (Income Statement) memuat informasi mengenai penghasilan yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode, dan beban-beban yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan usaha memperoleh penghasilan dalam periode yang bersangkutan. Dengan demikian data kertas kerja yang diperlukan untuk menyususn laporan laba/rugi adalah data yang terdapat dalam kolom ikhtisar laba/rugi.

PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI


Prinsip-prinsip yang lazim dan berlaku secara umum antara lain :

a.       Kesatuan Akuntansi
Prinsip kesatuan akuntansi adalah anggapan dasar bahwa perusahaan adalah suatu kesatuan ekonomi yang berdiri sendiri, terpisah baik diri pribadi pemilik perusahaan maupun dari kesatuan ekonomi yang lain.

b.      Kesinambungan
Konsep ini menganggap bahwa perusahaan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

c.       Periode akuntansi
Selama jangka waktu perusahaan menjalankan usahanya dibagi menjadi periode-periode akuntansi , setiap periode pada umumnya dimulai dari tanggal 1 Januari dan berakhir 31 Desember (1 tahun)

d.      Pengukuran dalam nilai uang
Akuntansi menggunakan nilai uang sebagai alat pengukur nilai kativa dan kewajiban serta perubahannya.

e.      Harga pertukaran
Transaksi keuangan harus dicatat sebesar harga pertukaran yaitu jumlah uang yang harus diterima atau dibayarkan untuk transaksi yang bersangkutan.

f.        Penetapan beban dan penghasilan
Penetapan penghasilan atau beban tidak hanya berdasarkan jumlah penerimaan dan jumlah pengeluaran kas ,tetapi juga berdasarkan lewatnya waktu yang terkait dengan penerimaan dan pengeluaran uang

Jabatan dalam bidang akuntansi


Dipandang dari sudut pekerjaanya ,akuntan dapat dibedakan atas akuntan publik ,akuntan intern, akuntan pemerintah, dan akuntan pendidik.
1.       Akuntan publik
Akuntan publik adalah akuntan swasta yang menyediakan jasa pemeriksaan akuntan kepada pihak lain.

2.       Akuntan Intern
Akuntan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan swasta .

3.       Akuntan pemerintah     
Akuntan-akuntan yang bertugas pada perusahaan-perusahaan negara , bank-bank pemerintah, Direktorat Jendral Pajak, Direktorat Jendral Pengawas Keuangan Negara,dsb.

4.       Akuntan pendidik
Akuntan-akuntan yang bekerja pada sektor pendidikan.

KARTU HARGA POKOK



Fungsi kartu harga pokok adalah untuk mencatat harga pokok bahan baku yang dipakai dalam satu periode tertentu.

Hubungan kartu harga pokok dan buku besar adalah , data-data yang ada pada kartu harga pokok harus sesuai dengan buku besar.

PENGGOLONGAN BIAYA BERDASARKAN JANGKA WAKTU MANFAATNYA


Untuk kepentingan penghitungan laba/rugi dan penentuan harga pokok produk secara teliti , biaya digolongkan berdasarkan hubungannya dengan periode pembebanannya. Penggolongannnya ialah sebagai berikut :

Pengeluaran modal :  Pengeluaran yang manfaatnya dinikmati lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal pada saat terjadinya dicatat sebagai aktivadan dibebankan kepada periode-periode akuntansi selama usia manfaatnya dengan cara mengalokasikan sebagian dari harga perolehannya.

Pengeluaran Pendapatan : Pengeluaran yang manfaatnya hanya dinikmati dalam periode akuntansi saat terjadi pengeluaran . Pengeluaran pendapatan pada periode terjadinya merupakan beban yang dipertemukan dengan penghasilan yang diperoleh pada periode yang bersangkutan.

PENGGOLONGAN BIAYA BERDASARKAN HUBUNGANNYA DENGAN VOLUME KEGIATAN


Digolongkan menjadi 3 golongan yaitu :

1. Biaya Tetap : biaya yang sampai tingkat kegiatan tertentu jumlahnya tetap , tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan. Contoh : PBB, amortisasi patent, dll
2. Biaya Variabel : Biaya yang jumlahnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
Contoh : Biaya bahan bakar, biaya tenaga listrik, dan uang lembur
3. Biaya Semi variabel : Biaya-biaya yang mempunyai unsur-unsur tetap dan variabel , oleh karena itu biaya ini sering disebut Biaya Campuran. Contoh : biaya pengawasan, biaya pemeriksaan

BOP( Biaya Overhead Pabrik )


BOP adalah biaya-biaya yang diperlukan dalam pembuatan produk selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung.

Termasuk ke dalam biaya produkisi tidak langsung adalah :
1. Bahan penolong : bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan produk yang penggunaanya relatif kecil atau terlalu sulit untuk diperlakukan sebagai bahan langsung

2. Tenaga Kerja tidak langsung : Gaji dan upah tenaga kerja yang secara fisik tidak berhubungan langsung dengan pembuatan produk

3. Biaya Produksi Tidak langsung : Misal : biaya penerangan pabrik , biaya pembangkit tenaga kerja listrik, dll

ALAT BANTU VERIFIKASI



Persiapan sebelum memeriksa uang tunai secara manual adalah sbb :

a.       Mengenal macam-macam uang tuani

b.      Mengetahui cara pemeriksaan uang tunai secara manual

c.       Menerima uang pembayaran

d.      Memverifikasi uang pembayaran dengan cara dilihat, diraba ,diterawang

Perbedaan Pokok Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen


Perbedaan Pokok Akuntansi Keuangan dan
Akuntansi Manajemen

No.
Keterangan
Akuntansi Keuangan
Akuntansi Manajemen
1.
Pemakai Utama
Para manajer puncak dan pi-
Para manajer dari berbagai


hak luar perusahaan.
jenjang organisasi




2.
Lingkup
Perusahaan secara keselu-
Bagian dari perusahaan

Informasi 
ruhan

3.
Fokus
Berorientasi pada masa
Berorientasi pada masa

Informasi
Yang lalu
yang akan datang.
4.
Rentang waktu
Kurang fleksibel. Biasanya
Fleksibel : bisa harian, minggu


Mencakup jangka waktu ku-
an, bulanan, bahkan bisa 10


Artalan, tengah tahun, th-an
tahunan.
5.
Kriteria bagi
Dibatasi oleh prinsip akunt-
Tidak ada batasan, kecuali

Informasi Akun-
Ansi yang lazim
manfaat yang dapat dipero-

Tansi.

leh oleh manaj dari informasi



dibandingkan dg pengorban



an untuk memperoleh informa



si tersebut.
6.
Disiplin Sumber
Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi dan Psikologi



Sosial
7.
Isi Laporan
Laporan berupa ringkasan
Laporan bersifat rinci menge-


Mengenai perusahaan seba-
nai bagian dari perusahaan.


Gai keseluruhan.





8.
Sifat Informasi
Ketepatan informasi  merupa-
Unsur taksiran dalam infor-


Kan hal yg penting
Masi adalah besar.

Perbandingan Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur dengan Laporan Laba Rugi Perusaha- an Dagang.


Perusahaan dagang à Perusahaan yang kegiatannya membeli barang dagangan dari perusahaan lain dan melakukan penjualan barang tersebut  kepada konsumen atau perusahaan manufaktur.
Untuk mendapatkan barang dagangan, perusahaan dagang mengeluarkan biaya, yang dalam laporan laba rugi dikelompok kan menjadi 3 golongan yakni :

(1)          Harga pokok penjualan
(2)          Biaya pemasaran
(3)          Biaya administrasi dan umum


Perbandingan Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur dengan Laporan Laba Rugi Perusaha- an Dagang.


Perusahaan dagang à Perusahaan yang kegiatannya membeli barang dagangan dari perusahaan lain dan melakukan penjualan barang tersebut  kepada konsumen atau perusahaan manufaktur.
Untuk mendapatkan barang dagangan, perusahaan dagang mengeluarkan biaya, yang dalam laporan laba rugi dikelompok kan menjadi 3 golongan yakni :

(1)          Harga pokok penjualan
(2)          Biaya pemasaran
(3)          Biaya administrasi dan umum


Klasifikasi Biaya (Penggolongan Biaya)


Biaya dapat digolongkan menjadi beberapa golongan atas dasar, yakni sebagai berikut :

a.        Obyek Pengeluaran  
b.        Fungsi-Fungsi Pokok Perusahaan.
c.        Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai.
d.        Atas Dasar Tingkah Lakunya terhadap Perubahan Volume Kegiatan.
e.        Jangka Waktu

Perusahaan Manufaktur


Pada umumnya Akuntansi biaya yang dibahas dalam mata kuliah ini adalah yang diterapkan dalam perusahaan manufaktur. Alasannya lebih kompleks apabila dibandingkan dg perusahaan lain. Kegiatan pokok perusahaan manufaktur yakni mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.

Fungsi pokok dalam perusahaan manufaktur

a.  Fungsi produksi
b.  Fungsi pemasaran
c.  Fungsi administrasi dan umum.

Berdasarkan fungsi di atas, maka dalam perusahaan manufaktur dapat dibagi menjadi : Biaya produksi, biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum.

PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA


Biaya :

Dalam arti luas adalah pengorbanan sumber ekonomis, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam arti sempit biaya merupakan bagian daripada harga pokok yang dikorbankan di dalam usaha untuk memperoleh penghasilan. 

Keterbatasan dalam sistem akuntansi biaya

                  Dalam akuntansi biaya juga terdapat beberapa kekurangan yang menyertainya, terutama dalam sistem akuntansi biaya yang telah ketinggalan zaman. Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan zaman diantaranya ialah hasil dari penawaran sulit dijelaskan, harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal, produk-produkyang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi, manajer operasional berkeinginan menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan, marjin laba sulit dijelaskan, pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga, departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu hanya untuk memberi data biaya bagi proyek khusus, dan biaya produk berubah karena adanya perubahan peraturan pelaporan.

MENYUSUN NERACA SALDO DARI BUKU BESAR


Neraca saldo adalah suatu daftar yang terdiri dari debet dan kredit tempat mencatat secara sistematis saldo setiap akun buku besar. Langkah-langkah menyusun neraca saldo adalah sebagai berikut:
a. menghitung saldo dari buku besar berbentuk scontro
1)   jika kedua sisi terisi semua, maka saldonya merupakan selisih antara jumlah debit dan kredit
Untuk saldo debit, letakkan selisih saldonya dikolom  kredit. Sedangkan untuk saldo kredit, letakkan selisih saldonya dikolom debit.
2)   jika hanya satu sisi saja yang terisi, maka saldonya adalah jumlah itu sendiri
b. menghitung saldo dari buku besar berbentuk stafel
1)   bentuk tiga kolom
Saldo dari buku besar ini adalah angka yang tampak terakhir dan merupakan selisih antara debit dan kredit. Kemudian letakkan saldonya dikolom debit atau kredit karena saldo tidak menjelaskan debit atau kredit.
2)   bentuk empat kolom
Saldonya merupakan angka yang tampak terakhir pada kolom saldo debet atau kredit.